langganan ardhiansyam.blogspot.com
FriendFeed Yahoo!mim Technorati

MAG-ZINE | Disain yang Maksa dan Semena-mena

Terinspirasi dari Bang Choen, terciptalah MAG-ZINE | Disain yang Maksa dan Semena-mena :D, silakan dicek (klik gambar)

[selengkapnya]►

Tentang Fitur QWERTY Lokal

qwerty Serbuan ponsel lokal (baca: ponsel China) memang tak dapat dielakkan. Untuk mendapatkan tempat di pasar ponsel tanah air,  para vendor berlomba-lomba menarik perhatian konsumen. Permasalahan pun muncul ketika konsumen mulai terbius dengan ledakan fitur dan harga terjangkau yang ditawarkan vendor lokal. Mereka berharap mendapatkan ponsel dengan kualitas dan performa yang “sama” dengan ponsel yang sedang menjadi tren saat ini. Akan tetapi tak jarang mereka dikecewakan dengan kenyataan yang jauh dari harapan. Untuk itu, konsumen diharapkan untuk kritis dan jeli dalam memilih ponsel lokal. Sebagai referensi, mari kita simak tulisan berikut.

Jeli Memaknai Fitur

                
              Istilah Sama,
                                           Cara Kerja Beda
 
LIHATLAH  iklan, brosur atau pamflet ponsel qwerty  merek lokal. Nyaris semua ponsel, apa pun dan tipenya mereknya, menyebutkan bisa Facebook dan chatting. Sebagian juga menuliskan sanggup push e-mail dan video call.

Idealnya, pembeli cerdas tak
menelan mentah-mentah informasi yang disajikan.
Apalagi, kalau sampai menyimpulkan bahwa fitur ponsel merek lokal buatan Tiongkok telah setara dengan BlackBerry (BB). 

Walaupun istilahnya sama,  cara kerja fitur unggulan BB jadi-jadian itu sering berbeda dengan BB buatan Research In Motion (RIM). Ayo kita cermati satu per satu!
Facebook
>>
Ponsel qwerty lokal tanpa Facebook diibaratkan sayur tanpa garam. Hambar dan dianggap kuno. Karena itu, boleh dibilang semua ponsel qwerty merek lokal selalu menyebutkan kemampuan Facebook. 
Kalau diteliti, fitur Facebook di nyaris semua ponsel merek lokal secenarnya hanya berupa shortcut. Di layar atau menu utama, ditampilkan logo Facebook.

Kalau pengguna mengkliknya, ponsel membuka browser, lalu mengakses alamat m.facebook.com.
Sebagian ponsel merek lokal agak lebih canggih. Mereka menginstalasikan aplikasi Java bernama Facebook. Kalau aplikasi tersebut dijalankan, ponsel membuka (lagi-lagi) Facebook versi mobile di m.facebook.com.

Kondisi tersebut tentu berbeda dengan BB. Facebook di BB berupa aplikasi nyata, bukan penyamaran untuk mengakses m.facebook.com. Aplikasi itu didesain sedemikian rupa sehingga bisa bekerja optimal di piranti BB.


<<
Chatting
Demi menghadirkan kemampuan chatting, kebanyakan vendor ponsel merek lokal menginstalasikan aplikasi freeware buatan pihak ketiga.

Aplikasi yang paling sering ditanamkan adalah eBuddy. Urutan berikutnya, Yamee dan shMessenger.
Vendor yang lebih “kreatif” malah hanya menyiapkan ikon Yahoo Messenger.
Kalau ditekan, pengguna akan mengakses m.yahoo.com atau situs eBuddy. Jangan tanyakan stabilitas kinerjanya. Pasti kalah telak bila dibandingkan dengan chatting lewat layanan BB.


Push E-Mail
>>
Mayoritas ponsel merek lokal yang mengklaim bisa push e-mail sebetulnya hanya dibekali dengan e-mail client berbasis POP3/IMAP4. Agar mirip push e-mail, ponsel dibuat selalu online atau sering mengecek e-mail.
Cara kerja seperti itu sangat berbeda dengan push e-mail ala BB. Kalau tak percaya, cobalah menerima ratusan e-mail per hari di satu BB dan satu ponsel qwerty merek lokal. Rasakan bedanya.



<<
Video Call
Ada vendor ponsel merek lokal yang menyebutnya video chat. Fitur ini tidak menggunakan jalur 3G yang memang belum didukung oleh ponsel qwerty merek lokal. Video Call alias video chat di ponsel qwerty merek lokal diibaratkan ber-Yahoo Messenger plus webcam lewat GPRS/EDGE.

Biasanya, aplikasi yang digunakan bernama imiChat. Ssst… sampai sekarang pun belum ada BB asli yang bisa digunakan untuk ber-video call, lho.

Nah, kini Anda seharusnya makin pintar dalam memilih ponsel qwerty merek lokal yang sesuai dengan kebutuhan. Nama fitur boleh sama, tapi cara kerja dan stabilitas berbeda. (hsw/tia) Jawa Pos, 28 Januari 2010

[selengkapnya]►

Tipsy: Tooltips ala Facebook

Tipsy2Setelah sekian lama tertunda, akhirnya kali ini saya sempatkan untuk menulis tentang “Trik membuat tooltips ala Facebook menggunakan Tipsy JQuery Pluggin” (yang sebelumnya telah dipesan oleh beberapa sobat blogger ;) Pertama kali saya melihat penerapan tooltips ini di blog Anime7 (trims inspirasinya :) penasaran dengan si TIPSY? silakan arahkan tetikus (mouse) Anda pada menu horizontal di header halaman ini (menarik?) Bagaimana cara menerapkan TIPSY di template Blogger? silakan baca lanjutan tulisan ini.

 

1. Tooltips ini menggunkan JQuery, oleh karena itu (bila belum ada) tempatkan kode JQueri ini di atas </body>

<!-- jQuery -->
<script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.3.2/jquery.min.js' type='text/javascript'/>

 

2. Tempatkan kode berikut ini di bawah kode JQuery di atas

<!-- Tipsy -->
<script type='text/javascript'> //<![CDATA[ (function($) { $.fn.tipsy = function(opts) { opts = $.extend({fade: false, gravity: 'n'}, opts || {}); var tip = null, cancelHide = false; this.hover(function() { $.data(this, 'cancel.tipsy', true); var tip = $.data(this, 'active.tipsy'); if (!tip) { tip = $('<div class="tipsy"><div class="tipsy-inner">' + $(this).attr('title') + '</div></div>'); tip.css({position: 'absolute', zIndex: 100000}); $(this).attr('title', ''); $.data(this, 'active.tipsy', tip); } var pos = $.extend({}, $(this).offset(), {width: this.offsetWidth, height: this.offsetHeight}); tip.remove().css({top: 0, left: 0, visibility: 'hidden', display: 'block'}).appendTo(document.body); var actualWidth = tip[0].offsetWidth, actualHeight = tip[0].offsetHeight; switch (opts.gravity.charAt(0)) { case 'n': tip.css({top: pos.top + pos.height, left: pos.left + pos.width / 2 - actualWidth / 2}).addClass('tipsy-north'); break; case 's': tip.css({top: pos.top - actualHeight, left: pos.left + pos.width / 2 - actualWidth / 2}).addClass('tipsy-south'); break; case 'e': tip.css({top: pos.top + pos.height / 2 - actualHeight / 2, left: pos.left - actualWidth}).addClass('tipsy-east'); break; case 'w': tip.css({top: pos.top + pos.height / 2 - actualHeight / 2, left: pos.left + pos.width}).addClass('tipsy-west'); break; } if (opts.fade) { tip.css({opacity: 0, display: 'block', visibility: 'visible'}).animate({opacity: 1}); } else { tip.css({visibility: 'visible'}); } }, function() { $.data(this, 'cancel.tipsy', false); var self = this; setTimeout(function() { if ($.data(this, 'cancel.tipsy')) return; var tip = $.data(self, 'active.tipsy'); if (opts.fade) { tip.stop().fadeOut(function() { $(this).remove(); }); } else { tip.remove(); } }, 100); }); }; })(jQuery); //]]> </script> <script type='text/javascript'> //<![CDATA[ $(function() { $('.north').tipsy({gravity: 'n'}); $('#north').tipsy({gravity: 'n'}); $('.south').tipsy({gravity: 's'}); $('#south').tipsy({gravity: 's'}); $('.east').tipsy({gravity: 'e'}); $('#east').tipsy({gravity: 'e'}); $('.west').tipsy({gravity: 'w'}); $('#west').tipsy({gravity: 'w'}); $('.tips-fade').tipsy({fade: true}); $('#tips-fade').tipsy({fade: true}); }); //]]> </script>
<!-- end Tipsy -->

 

3. Selanjutnya, pasang kode CSS ini, silakan dimodifikasi sesuai selera

/* Tipsy */
.tipsy { padding: 5px; font-size: 11px; font-weight:bold; opacity: 0.8; filter: alpha(opacity=90); background-repeat: no-repeat; } .tipsy-inner { padding: 4px 5px; background-color: black; color: white; max-width: 200px; text-align: center; } .tipsy-north { background-image: url(http://lh4.ggpht.com/_BiYlG6sktcY/SwDvSMx7bAI/AAAAAAAAAag/WIckbzP3EVE/tipsy-north.gif); background-position: top center; } .tipsy-south { background-image: url(http://lh3.ggpht.com/_BiYlG6sktcY/SwDvSevh4NI/AAAAAAAAAak/rJ8MeGx_b0s/tipsy-south.gif); background-position: bottom center; } .tipsy-east { background-image: url(http://lh3.ggpht.com/_BiYlG6sktcY/SwDvSFzW97I/AAAAAAAAAac/E7MC54bzbHU/tipsy-east.gif); background-position: right center; } .tipsy-west { background-image: url(http://lh6.ggpht.com/_BiYlG6sktcY/SwDvSWpEjRI/AAAAAAAAAao/VIqa6acxH_o/tipsy-west.gif); background-position: left center; }

 

4. Langkah terakhir adalah mengaktifkan fungsi TIPSY pada link-link yang Anda inginkan

 

class='tips-fade' title='isi sesuai keinginan Anda'

 

Contoh:

<a class='tips-fade' href='#' title='bagus kan? :D'> hover over me </a>

 

Hasilnya seperti ini

hover over me

 

Untuk opsi-opsi lainnya, silakan kunjungi tautan ini

Selamat mencoba, semoga berhasil :)

[selengkapnya]►

Pemutar Musik Alternatif

musikMusik sudah menjadi bagian dari keseharian kita (bukan begitu?) Suka maupun tidak, musik selalu mengalun di sela-sela perhatian kita, memikat jiwa kita, dan pelan-pelan menghanyutkannya :) Bagi Anda yang sering (selalu) berada di depan layar komputer, sudah pasti mengenal Winamp (atau bahkan sudah sangat akrab?) Merasa bosan dengan Winamp? ingin main serong? :D berikut ini adalah beberapa macam software pemutar musik (audio player) alternatif disertai dengan ulasan singkatnya.

 

 

1. AIMP2 (Artem Izmaylov Media Player)

 

AIMP2Nama pemutar musik ini langsung diambil dari nama pengembangnya yang berasal dari Rusia, Artem Izmayloz. AIMP2 murni pemutar musik (bukan pemutar video) sehingga relatif lebih ringan daripada Winamp. Fitur-fitur yang ditanamkan cukup lengkap dan fungsional, seperti;

 

* Mendukung banyak format audio seperti :AAC, AC3, CDA, FLAC, MP1, MP2, MP3, Ogg, WAV, WMA, dll.


* Shutdown komputer otomatis. Inilah salah satu fitur yang tidak dimiliki oleh Winamp, melalui fitur ini kita dapat mengatur berapa lama kita mendengar musik, sehingga kita dapat menjadikan AIMP2 sebagai pemutar musik pengantar tidur :)


* Audio Library yang berfungsi untuk mengorganisasi file musik, dan mengurutkan file audio.

 preview

* Advanced Tag Editor: tag editor yang mendukung embed album art (menyimpan file gambar ke file musik) dan juga pengubahan nama file otomatis (berdasarkan nama dalam ID tag)

 

* Dukungan Skin: seperti halnya Winamp, AIMP2 juga mempunyai skin yang dapat diubah-ubah, tersedia enam buah skin menarik pada versi ini (versi 2.60)


* Dukungan Multi Playlist: Playlist yang terdapat pada AIMP2 dikelompokkan berdasarkan folder tempat tersimpannya file audio dan ditampilkan dengan model tab dalam satu jendela yang ringkas, dengan begitu kita dapat membuka beberapa playlist sekaligus.

 

Dari tampilannya, AIMP2 tak jauh berbeda dengan Winamp, dari kualitas keluaran audionya pun, dapat dikatakan setara, namun dari segi fungsionalitas dan performa, AIMP2 memiliki beberapa kelebihan yang tak terdapat pada Winamp.

 

Tertarik? kunjungi situsnya www.aimp.ru atau langsung unduh dengan gratis di sini

 

 

 

2. MediaMonkey

 

Anda mempunyai iPod/iPhone? jika iya, kemungkinan besar Anda akan menyukai pemutar musik yang satu ini. Dengan MediaMonkey Anda dapat melakukan sinkronisasi iPod/iPhone, maupun pemutar musik portabel lainnya. Tak hanya itu, MediaMonkey mempunyai sejumlah fitur yang terbilang lengkap;

  • Mengatur musik dan mengedit tag di audio library dengan mudah.
  • Memberikan info album art dan metadata lainnya secara otomatis
  • Mengatur lebih dari 50 ribu file di koleksi musik
  • Memutar MP3 dan format audio lainnya.

mediamonkey3

  • Mengidentifikasi file atau tracks yang tidak mempunyai informasi, tidak sinkron, atau terduplilkasi secara otomatis.
  • Dukungan skin, tersedia tiga default skin pada versi gratisannya; Blue Glass, Glided, dan VitreousBlue. Ingin lebih? bisa diunduh di website resminya.

Selain sebagai pemutar musik, MediaMonkey juga dapat digunakan untuk mengkonvert (mengubah format) file audio, misalnya mengubah file .mp3 menjadi .wma, mp3. menjadi .wav dsb.

 

Secara tampilan, MediaMonkey mengadaptasi tampilan dari Windows Media Player, yang memudahkan Anda untuk mengatur berbagai macam file audio sebagai koleksi. Pengaturan audionya (misal equalizer) pun tidak terlampau rumit dan terbilang lumayan untuk audio outputnya. Info lengkap silakan kujungi situs MediaMonkey di www.mediamonkey.com atau dapat diunduh langsung di sini

 

 

 

3. XMPlay

 

Ringan, sederhana, dan berkualitas. Itulah gambaran untuk XMPlay. Secara umum, fitur yang disediakan XMPlay tidak jauh berbeda dengan Winamp yaitu skins, equalizer, library, playlist, internet streaming, visualization, arhieve plugin dll.

 

XMplay

 

Menariknya, XMPlay adalah portable software, sehingga kita tidak perlu meng-install, cukup ekstrak lalu jalankan. Karena bersifat portabel dan berukuran kecil (380 kb setelah diekstrak), kita dapat menyimpannya dan menjalankan XMPlay langsung dari flashdisk atau disket/floopy disk (bila masih punya he..he..)

 

Tampilan XMPlay memang sederhana, tanpa adanya efek gerak pada skinnya, namun hal tersebut tak mengurangi kemudahan dalam pengoperasian dan kualitas audio keluarannya. Jika bosan dengan tampilan defaultnya, Anda dapat mengunduh skin tambahan XMPlay di website resmi pemutar musik tersebut. Silakan kunjungi www.un4seen.com untuk mengunduh/info lebih lanjut tentang pemutar musik imut-imut ini :)

 

 

 

4. Spider Player

 

Masih terpaku pada Winamp? pemutar musik satu ini mungkin akan membawa ingatan Anda pada kesederhanaan skin klasik WInamp. Perbedaannya, Spider Player telah menyediakan fungsi audio converter pada versi gratisnya (untuk Winamp, hanya tersedia pada versi berbayar).

 

spider Kelebihan lainnya, pemutar musik ini lumayan ringan, sehingga bisa bereaksi cepat saat dieksekusi, cocok digunakan untuk komputer dengan spesifikasi rendah. Tunggu apa lagi, silakan unduh di sini.

 

 

 

5. Foobar2000

 

Foobar2000 adalah pemutar musik gratisan yang dikembangkan oleh Peter Pawlowski, mantan kontraktor lepas untuk Nullsoft (pengembang Winamp). Tampilan yang disuguhkan pemutar musik ini sangatlah sederhana, Foobar2000hanya berupa satu jendela dengan playlist dan tombol-tombol yang menyatu. Walaupun begitu, kita dapat melakukan kostumisasi layout pemutar musik ini sesuai dengan selera.

foobar

Untuk masalah audio output, suara yang dihasilkan Foobar2000 tak kalah mengangumkan dengan pemutar musik berbayar, bahkan dengan pengaturan yang tepat pada equalizernya, Foobar2000 mampu menghasilkan suara dengan kualitas maksimal.

 

Untuk urusan fleksibilitas, Foobar2000 menerapkan komponen arsitektur terbuka yang memungkinkan pengembang pihak ketiga untuk memperluas fungsionalitasnya. Untuk fitur-fitur lain dapat dibaca di www.foobar2000.org atau langsung unduh Foobar2000 di sini.

 

 

^ Walaupun Winamp sudah mendarah daging, menulang sumsum, tak ada salahnya mencoba kehandalan pemutar-pemutar musik yang masih berada di seberang ketenaran tersebut. Bagaimana menurut Anda? siap main serong? :D

[selengkapnya]►

[ Rekomendasi ]

[ Blogger-blogger Hebat ]

[ Info Baru ]

Modifikasi Sony Ericsson
© 2010 Ardhiansyam | Peta Situs (sitemap) | disain oleh Syamardhian | didukung oleh blogger.com | Tribut untuk Bumi